Sabtu, 24 November 2012

Bunga Rafflesia Arnoldi

         
 Cerita Bunga Rafflesia
        Bunga Rafflesia Arnoldi atau dikenal dengan sebutan Bunga Bangkai memang begitu familiar di telinga masyarakat Indonesia. Salah satu jenis tanaman langka ini memang hanya tumbuh di kawasan Sumatera bagian selatan terutama di Provinsi Bengkulu. Sebagai tanaman endemik, Bunga ini juga menjadi lambang resmi Provinsi Bengkulu.
Bunga bangkai memang memiliki keunikan dan cerita tersendiri. Bukan hanya sekedar nama, sebutan bangkai juga merujuk pada bau yang kerap ditimbulkan oleh bunga ini saat mekar sempurna. Namun bau menyengat ini tetap dihiasi keindahan dan keunikan bunga yang habitatnya dilindungi oleh Pemerinta Provinsi Bengkulu.
           Nama Rafflesia Arnoldi ternyata merujuk kepada sang penemu bunga yakni Thomas Stamford Raffles, seorang letnan Inggris yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur Bengkulu dan Dr. Arnoldy, seorang ahli botani. Bunga ini ditemukan di beberapa kawasan hutan Bengkulu pada tahun 1818.
           Bunga Rafflesia Arnoldi memang memiliki keunikan tersendiri. Bunga ini tidak memiliki akar, daun, serta tangkai.  Hal ini dikarenakan bunga ini merupakan tanaman parasit yang merambat. Bila mekar sempurna, bunga ini layaknya bunga raksasa. Berat Bunga Rafflesia yang mekar sempurna dapat mencapai 11 kilogram dengan diameter hingga 1 meter.
           Untuk menjadi mekar sempurna, bunga ini perlu waktu sembilan bulan. Masa mekar sempurna juga cenderung singkat yakni hanya sekitar satu minggu lamanya. Saat mekar bunga ini memiliki lima kelopak yang melindungi bagian dalam. Pada dasar bagian ini, terdapat benang sari atau putik tergantung jenis kelamin bunga. Selama mekar, bunga ini akan mengeluarkan bau yang tidak sedap sehingga memicu serangga untuk mendekat. Pada dasarnya hal ini merupakan proses natural untuk membantu proses pembuahan bunga.
           Di Provinsi Bengkulu, bunga ini dapat ditemui di beberapa kawasan seperti kawasan Hutan Lindung Register 5 Bukit Daun, Taba Penanjung, Bengkulu Utara. Karena bunga ini terbilang langka dan pertumbuhannya pun lambat, maka pada masa mekar sempurna bunga ini kerap menjadi tontonan warga maupun turis yang berkunjung ke Bengkulu.
          Selain sebagai simbol, bunga Rafflesia memang menjadi daya tarik tersendiri bagi Provinsi Bengkulu. Tidak dapat dipungkiri banyak turis baik lokal maupun mancanegara berkunjung ke provinsi ini demi melihat keunikan bunga terutama saat mekar sempurna. Salah satu kekayaan wisata Indonesia ini juga patut dijaga kelestariannya mengingat jumlah yang tidak banyak dan terbilang langka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar